Assalamu’alaikum wr. wb
Hari ini hari sabtu, 31 Januari 2009.
saya punya teman, teman sepermainan. ada yang unik dari dirinya, ketika dia sangat dingin dalam menanggapi soal cinta. ketika orang2 di luar sana berupaya merebut hati lawan jenisnya dengan membombardir kata cinta, teman saya ini menganggap cinta sebagai hal yg taboo (tai keboo/bullshit). dengan berjuta alsan untuk diperdebatkan, mungkin kata-katanya sangat kontradiktif dengan asumsi cinta karya anak-anak remaja sekarang. saya tidak akan membahas mengapa dia berpendapat seperti itu (perlindungan privasi tentunya), yang akan saya bahas adalah, kenapa saya mengangkat tema ‘Cinta’ dalam postingan saya kali ini. Karena dia membuat saya jadi bingung dengan makna ‘Cinta’ tersebut. kata ‘Cinta’ yang dulu saya artikan seperti anak-anak remaja jaman sekarang, nampaknya berubah haluan seiring perdebatan2 kecil dengannya.
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, cinta berarti “kasih sayang yang mendalam“. yaa, berbagai pendapat orang-orang dijelaskan KBBI hanya dengan 4 kata. Namun, seberapa dalamnya kah cinta itu sehingga kita bisa mengerti arti cinta secara nyata? itu pun masih banyak diperdebatkan dan dipertanyakan. otak saya yang kecil ini mengingat salah satu lagu karya L’arc en Ciel yang berjudul ‘what is love?’. saya akan tuliskan arti bahasa Inggrisnya disini:
“Even now, why don’t I know, why don’t I know love?
Why does that feeling, that feeling, not exist for me?
Gently, I want to know, I want to know unchanging love
Please hold onto, please hold onto that opened feeling
What is love?”
jika kita melirik lirik-lirik di atas (if we stare at those lyrics above-RED), nampaknya Hyde (vokalis sekaligus yang buat lirik-RED) terbingung-bingung oleh makna kata ‘cinta’ yang tak kunjung dia dapatkan, walaupun entah apakah dia sedingin teman saya tadi. mari kita liat lirik lagu ini selanjutnya:
“I can’t reach even that precious person
Because this shell constantly hinders me, I go in circles”
disini dia berkata bahwa ia bahkan tidak bisa meraih orang yang begitu berharga. kenapa dia bisa menyimpulkan bahwa seseorang yang dimaksud itu berharga? apakah dia menyimpan rasa KASIH SAYANG YANG MENDALAM sehingga saking dalamnya kasih sayang itu dia jadi terjebak dalam kerang dan hanya berjalan dalam lingkaran ’setan’ sehingga dia menganggap dirinya tidak mengetahui cinta? padahal seharusnya cinta itu sudah sangat dekat dengan dirinya. sehingga kata ‘precious’ dalam lirik itu ditujukan untuk seseorang yang tidak jatuh ke dalam cinta sedalam dirinya. tak heran mengapa ada ungkapan yang berbunyi ‘cinta itu buta’. lalu, apakah berarti rasa cinta itu harus disyukuri? atau malah harus disesalkan? mungkin dalam kasus ini, cinta yang dia rasakan harus disesalkan.
kemarin di radio mobil teman saya, kami mendengar lagu ‘where is the love?’ dari Black Eyed Peas. lagi-lagi lagu tentang pencarian makna cinta. saya kutip reff-nya dibawah ini:
“People killin’, people dyin’
Children hurt can you hear them cryin’?
Can you practice what you preach?
And would you turn the other cheek?
Father, Father, Father help us
Send us some guidance from above
‘Cause people got me, got me questionin’
Where is the love?”
orang-orang yang saling membunuh dan menjadi sekarat, lalu anak-anak pun menjadi korban. dan orang-orang pun memohon pertolongan seraya bertanya dimanakah ‘cinta’ itu? mereka butuh cinta, butuh perasaan kasih sayang yang mendalam. agar orang2 tidak lagi saling membunuh dan anak2 kembali tertawa riang. mereka sangat mengharapkan cinta itu datang. namun, ketika mereka mendapat cinta tersebut, akankah mereka terlalu terobsesi dan terlalu gembira sehingga mereka (lagi-lagi) terjerumus ke dalam gelapnya jurang cinta dan membutakan mata mereka? apakah cinta harus disesalkan lagi dan damai tidak kunjung tercipta?
jadi teringat lagu Dewa yang judulnya Love the Love (Cintailah Cinta-RED):
“Tuhan anugerahi sebuah cinta
Kepada manusia untuk dapat
Saling menyayangi
Bila kebencian meracunimu
Takkan ada jalan keluar
Damai hanya jadi impian
Kita takkan bisa berlari
Dari kenyataan bahwa kita manusia
Tempatnya salah dan lupa
Jika masih ada cinta di hatimu
Maka maafkanlah segala kesalahan
Cintailah cinta”
mungkin lagu itu menganjurkan kita untuk tidak tertipu oleh permainan cinta. memang benar cinta itu adalah ‘kasih sayang yang mendalam’, tapi kita harus mengatur kedalamannya agar tidak menjadi terlalu gelap dan menjadi skeptis. ibaratnya seperti pemain sirkus yang memegang tongkat panjang untuk menyebrangi seutas tali. mengangkat tongkat terlalu tinggi ataupun terlalu dalam pasti akan menjatuhkannya. tapi ada titik kesetimbangan yang menyebabkan mereka berjalan mulus ke seberang. HANYA SATU TITIK, titik yang menjadi tempat optimal kaki-kaki itu bernaung sempurna. cinta juga seperti itu, BARANGKALI!
ada lagi, pernyataan tentang cinta yang diciptakan oleh seniman musik dunia. kali ini dari The Beatles dalam baris lirik terakhir dari lagu terakhir mereka, ‘The End’:
“And in the end
the love you take
is equal to the love you make”
Artikan saja sendiri, maksudnya sudah terlalu jelas.